Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Besok Puncak Hujan Meteor Eta Aquarid, Begini Cara Melihatnya

Pemandangan hujan meteor Lyrid yang terlihat si sebelah Memorial to the Cavalier and Horse Guard di ladang Borodino di luar Mozhaysk, Rusia, 22 April 2020. REUTERS/Maxim Shemetov
Pemandangan hujan meteor Lyrid yang terlihat si sebelah Memorial to the Cavalier and Horse Guard di ladang Borodino di luar Mozhaysk, Rusia, 22 April 2020. REUTERS/Maxim Shemetov
NewsTekno - Puncak hujan meteor Eta Aquarid akan terjadi Selasa dini hari, 5 April 2020. Fenomena langit itu berasal dari puing-puing Komet Halley yang menciptakan dua hujan meteor, salah satunya Eta Aquarid, dan Orionid.

Mengutip laman Kxan, Minggu, 3 April 2020, hujan meteor tersebut terjadi ketika Komet Halley mengelilingi Matahari. Panas dari Matahari memungkinkan es komet meleleh dan menumpahkan potongan debu, batu dan gas secara perlahan di bagian belakangnya. Bumi pertama memotong jalur puing-puing itu pada akhir April dan Mei.

Partikel komet kecil itu biasanya memiliki ukuran butiran pasir dan kerikil, akan menabrak atmosfer atas Bumi dengan kecepatan hampir 150.000 mil per jam. Saat serpihan kecil komet ini menguap, mereka akan menciptakan garis-garis yang terlihat di langit malam dan membentuk hujan meteor Eta Aquarid.

Tahun ini, hujan meteor Eta Aquarid berlangsung mulai dari 19 April hingga 28 Mei, dengan puncaknya 5 Mei. Hujan meteor ini akan terlihat di seluruh dunia, tapi akan lebih menonjol di langit belahan Bumi selatan.


Ketika hujan meteor Eta Aquarid terjadi, siapapun bisa menyaksikan indahnya garis-garis cahaya di langit malam dengan 20 hingga 40 meteor per jamnya. Di garis lintang utara-tengah, akan menghasilkan 10 meteor per jam. Namun, beberapa meteor juga akan melintas Senin malam, 4 Mei 2020, setelah matahari terbenam.

Tidak seperti beberapa meteor tahunan lainnya yang sejarahnya dapat ditelusuri kembali selama ratusan atau ribuan tahun, Eta Aquarids secara resmi tidak ditemukan sampai akhir abad ke-19.

Pada tahun 1870, ketika berlayar di Laut Mediterania, Letnan Kolonel GL Tupman melihat 15 meteor pada pagi hari tanggal 30 April, dan 13 lainnya beberapa pagi kemudian. Semua meteor tampaknya berasal dari rasi bintang Aquarius.

Kemudian pada tahun 1876, Profesor Alexander Stewart Herschel menyimpulkan bahwa orbit Komet Halley hampir bertepatan dengan orbit Bumi sekitar 4 Mei. Jika menemukan puing-puing komet yang mampu menghasilkan meteor, garis-garis cahaya itu berasal dari sekitar Aquarius, demikian dikutip laman Space.

Namun, akan ada halangan untuk melihatnya. Kondisi bulan terang yang lebih dari 80 persen penuh bisa menghalangi indahnya meteor Eta Aquarids—karena bulan purnama akan muncul pada 7 Mei. Untuk memaksimalkan menonton, pastikan untuk menghindari polusi cahaya lampu sebanyak mungkin. [Blog Teknisi]

KXAN | SPACE

Posting Komentar untuk "Besok Puncak Hujan Meteor Eta Aquarid, Begini Cara Melihatnya"

Berlangganan via Email