Di Amerika, Ganasnya Virus Corona Kalahkan Perang Vietnam

di amerika, ganasnya virus corona kalahkan perang vietnam
Ilustrasi perang (Getty Image)
NewsTekno - Korban tewas akibat virus corona di Amerika Serikat per Selasa, 28 April 2020, telah melebihi jumlah warganya yang meninggal selama Perang Vietnam pada 1955-1975 lalu. Korban COVID-19 di negara adidaya itu sejak yang pertama dicatat pada 29 Februari lalu mencapai 58.233 pada Selasa.

Bandingkan dengan dengan korban perang selama dua dekade itu yang sebanyak 58.220 orang. Berdasarkan catatan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), angka kematian akibat virus corona COVID-19 itu juga melampaui korban flu musiman di negeri itu dalam beberapa tahun terakhir, kecuali untuk musim 2017-2018. 

"Kematian karena flu berkisar dari pada angka 12.000 pada musim 2011-2012 hingga 61.000 selama periode 2017-2018," bunyi data dari CDC.

Laju yang terjadi membuat Washington mengoreksi prediksi kematian akibat COVID-19 di Amerika dari 67.600 menjadi 74 ribu per 4 Agustus nanti. Perhitungan yang dibuat menurut model prediksi University of Washington itu yang sering dikutip oleh pejabat Gedung Putih.


Reuters mencatat jumlah kasus infeksi virus corona di AS juga meningkat dua kali lipat dalam 18 hari. Angkanya per artikel ini ditulis, Rabu 29 April 2020, menjadi 1.035.765 (meninggal 59.266 orang) menurut Worldometers, atau 1.012.583 versi Johns Hopkins University (meninggal 58.355 orang). 

Keduanya sama menempatkan AS di urutan teratas pandemi dengan jumlah kasusnya yang menyumbang sepertiga kasus di seluruh dunia. 

Sekitar 30% kasus di Amerika berasal dari negara bagian New York, New Jersey, Massachusetts, California, dan Pennsylvania. Rata-rata negara bagian itu menyalahkan terbatasnya tenaga terlatih dan peralatannya untuk bisa dilakukan tes COVID-19 yang massal dan cepat.

Sebelumnya, studi baru menggunakan teknik pemodelan di Northeastern University mengungkap dugaan kalau virus corona telah menyebar di banyak kota di Amerika Serikat jauh sebelum masyarakat di negeri itu menyadarinya. Ketika kasus pertama COVID-19 terkonfirmasi di New York City pada 1 Maret lalu, misalnya, ribuan infeksi diperkirakan sudah diam-diam menyebar di kota itu. 

Pemodelan yang sama menunjukkan wabah tersembunyi juga menyebar hampir tak terdeteksi di Boston, San Francisco, Chicago dan Seattle jauh sebelum hasil tes dan uji sampel mendapati setiap kota itu memiliki masalah besar. “Bahkan di awal Februari—ketika dunia masih fokus ke Cina—virus itu tidak hanya telah menyebar di banyak kota di Amerika, tapi juga siap menebar wabah infeksi itu di manapun di Amerika,” bunyi hasil riset yang dikutip dari New York Times, Minggu 26 April 2020. [Blog Teknisi]

Sumber : TEMPO

Posting Komentar untuk "Di Amerika, Ganasnya Virus Corona Kalahkan Perang Vietnam"